Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Rabu, 11 April 2012

PERBINCANGAN MAHASISWA SUPER KRITIS DENGAN PROFESOR

Rabu, 11 April 2012
PERBINCANGAN MAHASISWA SUPER KRITIS DENGAN PROFESOR


Mahasiswa yang kritis ialah dia yang tidak mudah menerima sesuatu. Sia selalu merasa tidak puas sehingga memiliki hasrat yang tinggi untuk ingin mengetahui yang lebih jauh. Memang seorang mahasiswa hendaknya seperti itu, memiliki jiwa kritis yang tinggi. Namun terkadang mahasiswa mudah terbawa paham yang bertentangan dengan ideologi dan akal sehat, karena pada dasarnya masa-masa menjadi seorang mahasiswa adalah masa pencarian jati diri. “Siapa saya?” sehingga tidak sedikit malah mahasiswa menjadi sasaran oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang debgan sengaja menyiarkan ajaran yang bertentangan dengan syariat islam. Untuk itu, selain daripada harus memiliki jiwa kritis, seorang mahasiswa pun harus memiliki iman yang tinggi untuk dapat mempertahankan syariat islam.


Kutipan percakapan di bawah ini antar dosen (Seorang Profesor) dengan mahasiswa-nya merupakan salah satu contoh ciri mahasiswa yang memiliki daya kemapuan kritis, cerdas, dinamis dan berempati.
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan beberapa pertanyaan, yaitu :




“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.


Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,



“Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.

“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.



Profesor itu menjawab,



“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”



Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”



“Tentu saja,” jawab si Profesor


Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”



“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.


Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”



Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”



Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi kita tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.



ternyata… eh….tenyata nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.



Bagaimana perasaan anda setelah membaca cerita diatas? Betapa cerdas dan kritisnya Einstein menanggapi persoalan yang di ajukan oleh Professornya. Namun semoga dari cerita tersebut mampu memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa agar bisa berpikir kritis dan cerdas untuk dapat menyelesaikan segala persoalan baik hal kecil maupun besar. Dan berani mengambil segala resiko yang terjadi. SEMANGAT!

7 komentar:

Indonesia mengatakan...

wah luar biasa sob
menjadi motivasi yang luar biasa
tak kusangka jawabannya akan seperti itu
nice share sob
salam silaturahmi

KoBaRkAn EkSpReSiMu mengatakan...

iya ... sob itu menjadi penyemangat kita, gk hanya sekedar bicara tapi mengerti apa yang di ucapkanya.....
banyak berbicara boleh tapi harus punya dasar.... dan jangan lari dari syariat islam...

andre as mengatakan...

hidup mahasiswa...!!!

muhtarom mengatakan...

sip masbro. luarbiasa Allahuakbar.

KoBaRkAn EkSpReSiMu mengatakan...

allahuakbar

arifin mengatakan...

muantap postingannya????

deny mengatakan...

makasih infonya gan

Posting Komentar

 

like this

 

Blogger Gadgets